Kamis, 24 April 2014

Lawan Sriwijaya, Persik Berinisiatif Langsung Menyerang

Persik Kediri sudah berubah. Mundurnya asisten pelatih Aris Budi dan menonjolnya kontribusi Musikan membuat tim berjuluk Macan Putih alami perbedaan dalam bermain. Musikan yang berduet dengan Hartono Ruslan membuat permainan tim asal Kota Tahu lebih agresif dan selalu bernafsu mencetak gol demi mengejar poin kemenangan. Lawan Sriwijaya FC pada 26 April nanti, mereka juga akan tetap menyerang. Sekalipun, yang datang kali ini adalah tim juara ISL edisi 2012. Mereka bertekad memaksa Laskar Wong Kito (julukan Sriwijaya FC) tertekan dan bernasib sama dengan Persija Jakarta yang diantar pulang dengan kekalahan 1-2 pada Senin lalu (21/4). Apalagi, Sriwijaya FC nanti bertandang tanpa Abdoulaye Maiga. Bek tengah yang selalu jadi andalan Sriwijaya FC bertandem dengan Ahmad Sumardi harus diparkir karena hukuman Komdis PSSI. Dia dilarang main sekali karena kedapatan menyikut striker Semen Padang Ezequel Gonzalez saat kedua tim bertanding pada 13 Maret lalu. “Tentu bagus mereka datang tanpa Maiga, tapi Sriwijaya FC kan juga memiliki pemain pelapis yang sama kualitasnya. Jadi, absennya Maiga juga tidak boleh menjadikan sebuah keuntungan,” jelas pelatih Hartono Ruslan. Dijelaskan Hartono, Sriwijaya FC saat ini beda dengan musim lalu. Cuci gudang besar-besaran dilakukan. Jadi, secara referensi permainan dia tidak begitu kuasai sekalipun musim lalu pernah berada di posisi kepelatihan Sriwijaya FC. Karena itu, dia lebih memilih fokus koordinasi dengan asisten pelatih Musikan untuk menggodok strategi. Sebab, secara permainan Persik masih butuh pembenahan. Apalagi, musim ini Persik diperkuat beberapa pemain muda. “Saya tidak mau bicakaran sisi mana yang kurang untuk dipoles lagi. Yang pasti, saya tidak ada masalah ketemu Sriwijaya FC. Dan Persik sedang butuh banyak poin kemenangan untuk angkat posisi yang kini masih di bawah. Jadi, kami akan fokus cetak gol, tentu tidak lupakan pertahanan,” jelasnya.

Minggu, 20 April 2014

Persik Ditinggal 2 Staf Pelatih

--------------------------------------------------------------

KEDIRI - Jelang pertandingan melawan Persija Jakarta, Senin (21/4), dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2014 di Stadion Brawijaya, Persik Kediri dilanda permasalahan internal.

Usai menelan kekalahan 2-1 dari Semen Padang di kandang, fans Persik menuntut agar Aris Budi Sulistyo mundur dari posisinya sebagai asisten pelatih. Kekalahan tersebut membuat Persik terbenam di dasar klasemen sementara wilayah barat tanpa kemenangan.

Fans Persik menganggap Aris Budi lebih dominan di Persik dibandingkan pelatih Hartono Ruslan, dan dinilai bertanggung jawab atas keterpurukan tim Macan Putih. Belakangan tersiar kabar Aris Budi sudah mengundurkan diri.

Dari pantauan Goal Indonesia, Aris Budi sudah tidak terlihat dalam latihan Persik sejak, Jumat (18/4) hingga kemarin. Bersamaan dengan itu, pelatih kiper M Andi Sukrian pun tak pernah muncul dalam latihan tim.

Untuk menangani latihan kiper, penjaga gawang Wahyudi menjalani tugas ganda, yakni sebagai pemain dan asisten pelatih, memimpin dua rekannya di bawah mistar, Usman Pribadi dan Teddy Heri Setiawan.

Sebelum menghilang dari latihan Persik, Sukrian sempat menyampaikan optimistisnya dalam duel menghadapi Persija hari ini. Ia meyakini suporter tetap akan memberikan dukungan besar kepada tim.

“Lawan Persija kita tetap siap 100 persen. Kita selalu berusaha untuk menang,” ucap Sukrian beberapa waktu lalu.

Selain itu, permasalahan juga dialami pemain anyar Fortune Udo. Striker Persik itu belum bisa dipastikan bermain melawan Persija, sebab manajemen Putra Samarinda mengklaim Fortune masih masih terikat kontrak bersama mereka. Masalah ini membuat PT Liga Indonesia melarang Fortune dimainkan saat dikalahkan Semen Padang.

--------------------------------------------------------------

Persija Waspadai Faktor Keberuntungan Persik

--------------------------------------------------------------


KEDIRI - Saat ini Persija Jakarta menempati posisi keempat klasemem sementara LSI 2014 dengan kemasan 14 poin dari enam pertandingan. Pasukan Benny Dollo memetik empat kemenangan dan dua kali seri.
Sementara itu, Persik adalah tim yang berada di dasar klasemen sementara karena belum pernah menang dan hanya dua kali seri dari tujuh pertandingan. Kendati demikian, asisten pelatih Persija, Hendri Susilo, menegaskan timnya tidak akan menganggap remeh Persik yang akan tampil sebagai tuan rumah.

“Kami tak pernah menganggap Persijap dan Persik sebagai tim papan bawah. Kami jelas tak mau rekor dipecahkan Persik. Caranya, kami harus berpikir bagaimana menampilkan permainan terbaik dan menang. Persija harus menekan dan mendikte permainan tuan rumah. Jika ingin menang, Persik haram menjebol gawang kami,” ujar Hendri kepada kontributor Bolanews, Gatot Susetyo.

“Seluruh komponen tim ini ingin menang dan menjaga rekor. Pemain juga pasti punya misi sama tak mau kalah dari tim papan bawah. Tapi kami tetap harus waspada dengan lawan. Siapa tahu Persik lebih beruntung. Karena di sepak bola faktor keberuntungan juga berperan besar,” ucapnya.


--------------------------------------------------------------

Persik Siap Perjuangkan Harga Diri

--------------------------------------------------------------

KEDIRI - Persik Kediri menjadi satu-satunya tim yang belum pernah memetik kemenangan di Indonesia Super League (ISL) 2014 sejauh ini. Walau mengakui kondisi mental pemain tengah berada di titik nadir, Persik tetap berusaha untuk tetap optimistis memetik poin penuh saat menjamu Persija Jakarta, Senin (21/4).
Persik baru menuai dua poin dari tujuh pertandingan yang sudah dijalankan dengan memetik dua hasil seri dan lima kekalahan. Sementara itu, Persija saat ini menempati peringkat empat klasemen, namun baru memainkan enam pertandingan dan mengemas 14 poin atau terpaut empat poin dari Arema Cronus yang berada di puncak klasemen.
“ISL musim ini paling berat sepanjang sejarah Persik. Saat degradasi 2010 lalu, kami masih bisa menang di kandang. Meskipun materi tim saat itu masih lebih baik dibanding tahun ini. Tapi kini kami seperti jadi tim pelengkap penderita kompetisi musim ini. Seolah tim-tim tamu berebut poin di Kediri. Persik selalu jadi target untuk menambah angka bagi mereka,” sebut Musikan, Asisten Pelatih Persik, Minggu (20/4).
“Kondisi mental kami memang sedang di titik nadir. Tim pelatih telah berusaha segala cara untuk membangkitkan motivasi para pemain. Tapi tampaknya memang anak-anak sulit bangkit. Kami harus tetap optimis bisa menang atas Persija. Kami ingin jadi tim pertama yang mengalahkan mereka di Kediri. Meskipun itu sangat berat sekali,” sebut Musikan.

--------------------------------------------------------------

MENJAMU PERSIJA, PERSIK BERUSAHA TETAP OPTIMIS

--------------------------------------------------------------


KEDIRI - Persik baru menuai dua poin dari tujuh pertandingan yang sudah dijalankan dengan memetik dua hasil seri dan lima kekalahan. Sementara itu, Persija saat ini menempati peringkat empat klasemen, namun baru memainkan enam pertandingan dan mengemas 14 poin atau terpaut empat poin dari Arema Cronus yang berada di puncak klasemen.
“LSI musim ini paling berat sepanjang sejarah Persik. Saat degradasi 2010 lalu, kami masih bisa menang di kandang. Meskipun materi tim saat itu masih lebih baik dibanding tahun ini. Tapi kini kami seperti jadi tim pelengkap penderita kompetisi musim ini. Seolah tim-tim tamu berebut poin di Kediri. Persik selalu jadi target untuk menambah angka bagi mereka,” sebut Musikan, Asisten Pelatih Persik kepada kontributor Bolanews, Gatot Susetyo.
“Kondisi mental kami memang sedang di titik nadir. Tim pelatih telah berusaha segala cara untuk membangkitkan motivasi para pemain. Tapi tampaknya memang anak-anak sulit bangkit. Kami harus tetap optimis bisa menang atas Persija. Kami ingin jadi tim pertama yang mengalahkan mereka di Kediri. Meskipun itu sangat berat sekali,” sebut Musikan. (Bolanews.com)


--------------------------------------------------------------

Sabtu, 19 April 2014

Persik Latihan Tanpa Pelatih

--------------------------------------------------------------


KEDIRI - Pemain kesebelasan Persik Kediri mengikuti latihan fisik jelang laga melawan Persija Jakarta di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (20/4). Pelatih Persik Kediri Aris Budi beserta sejumlah Asisten Pelatih mengundurkan diri secara tiba-tiba jelang laga melawan Persija yang di gelar besok, Senin (21/4).

Pengunduran Pelatih beserta Asisten Pelatih tersebut terkait permainan Persik yang semakin memburuk dan belum pernah menangnya Persik Kediri sejak kompetisi Indonesia Super League (ISL) di gulirkan. ( ANTARA.com )

--------------------------------------------------------------

Persik dan Persija Tim yang Jauh Berbeda 180 Derajat

--------------------------------------------------------------

KEDIRI - Tanggal 21 April 2014, Persik akan kembali akan bermain sebagai tuan rumah, kali ini mereka kedatangan tamu dari Ibukota, yakni Persija Jakarta.

Apakah kalian tahu?, Persik Kediri dan Persija Jakarta berbanding 180 derajat. Kalau Persija Jakarta terkenal belum pernah terkalahkan sejak pagelaran ISL 2014 dimulai, sedangkan Persik Kediri terkenal karena belum pernah menang di pagelaran ISL 2014.
Dari segi persiapan juga bisa dibilang berbanding 180 derajat, jika Persija sudah sangat siap dengan laga-laga ISL, bahkan dengan melakukan Training di Bali, hal berbeda ditunjukkan oleh Persik Kediri, Persik dalam keadaan goyah, belum juga kini pelatih kedua mereka dan pelatih kiper mereka resmi mengundurkan diri.
Tapi bola itu bundar, semua bisa terjadi di atas lapangan. Tak memandang status dan kehebatan, asalkan tim itu mau bersungguh-sungguh, dan tetap berdo'a, tak akan ada hal yang tak mungkin.
21 April, ayo kita ungukan Brawijaya lur, dan untuk Persik Kediri, kita gak boleh terlalu ramah lagi untuk melayani tamu kita (diatas lapangan). Kita harus bermain ganas, layaknya seekor Macan Putih memangsa Macan Kemayoran. 3 Point akan kita dapatkan.

--------------------------------------------------------------